Leave a comment

Eksplorasi Geothermal

Kalau geologis sudah mendengar kata ‘Eksplorasi’, yang pertama geologis harus lakukan adalah melakukan survey pendahuluan yang meliputi geology mapping, geofisika dan Geokimia (Penjelasan lebih lengkap nanti bisa kontak saya langsung)
. Tujuan dari mapping itu apa sih? Itu pasti jadi pertanyaan buat kita semua.
Tujuan dari pekerjaan itu semua adalah untuk membuat conceptual model dari lapangan panasbumi yang akan kita eksplorasi.

Ini saya beri contoh sederhana dari model panasbumi.

Image.

Bisa dilihat secara detail penyebaran dari manifestasi dari puncak gunung hingga ke dataran rendah. Manifestasi (gejala di permukaan yang merupakan ciri terdapatnya potensi energi panas bumi) dapat berupa :

Fumarole (steam dan gas yang keluar dari rekahan dipermukaan bumi)
http://www.google.co.id/imgres?hl=id&cl … ,s:0,i:134

Solfatara (steam yang mengandung kandungan sulfur yang sangat tinggi)
http://www.google.co.id/imgres?hl=id&cl … =149&ty=63

mud pools (kolam lumpur hasil proses reaksi acid gas dengan permukaan yang menyebabkan alterasi)

http://www.google.co.id/imgres?hl=id&cl … 7,s:0,i:97

Chloride springs (mata air panas dengan kandungan klorida) ‘biasanya buat kita mandi-mandi air panas kalau temperatur nya tidak terlalu tinggi’

http://www.google.co.id/imgres?num=10&h … 3,s:0,i:66

steaming ground (tanah yang mengeluarkan steam tapi tidak dalam intensitas yang besar)

http://www.google.co.id/imgres?hl=id&cl … x=78&ty=67

kesemua manifestasi tersebut kita gunakan sebagai awal data analisis untuk analisa kimia gas dan fluida.

Bagi geologis yang suka dengan geokimia, mungkin geothermal adalah surga bagi para pecinta kimia (menurut opini saya ;) ). Dengan basic geokimia yang kuat bisa memahami proses reaksi dari kemunculan manifestasi-manifestasi tersebut.
Dua hal penting yang dicari seorang geologist ketika melakukan eksplorasi geothermal adalah temperatur dan permeability.
Ini adalah dua kunci pokok ketika kita seorang geologist menentukan well trajectory untuk targeting.
Temperatur yang ekonomis untuk geothermal adalah 220 degree celcius di reservoir(untuk lebih amannya kita mencari 240-250 degree celcius). Jangan pernah membayangkan bahwa fluida di reservoar geothermal adalah seperti oil yang terperangkap di batupasir, dikarenakan batuan yang sudah mengalami alterasi yang sangat intensif maka hanya steam yang dimungkinkan tersimpan di dalam batuan reservoir. Transport fluida hanya dimungkinkan melalui fracture-fracture yang terbentuk dari fault yang mengontrol kemunculan manifestasi.

Kalau kita lihat gambar
Image.

Kita lihat bahwa ketika dibawah Chloride springs (NaCl springs) temperature hanya kurang dari 250 degree celcius. Berarti kalau kita seorang geologist menjumpali chloride springs (NaCl springs) kita tidak mungkin merekomendasikan kepada manajemen untuk melakukan drilling di dekat manifestasi tersebut. Maka yang paling aman untuk rekomendasi eksplorasi adalah di dekat fumarole. Karena dari conceptual model tersebut kita bisa melihat bahwa ada probability untuk mendapat temperature tinggi dibawah fumarole yang biasanya ada di daerah highland (dataran tinggi).

Jadi sekarang kita sudah tahu formula sederhana untuk melakukan eksplorasi geothermal, meskipun sebenarnya masih banyak sekali data-data yang harus dilihat dari setiap fumarole tersebut.

Semoga penjelasan singkat ini bisa menjawab formula eskplorasi di Panasbumi.

 

Sumber : FGMI

Leave a comment

Peta Lokasi Penelitian Pemetaan Geologi

10 Gempa Terbesar di Dunia

Setelah gempa 8,7 Skala Richter yang mengguncang Aceh, Sumatera Utara, dan Padang, 12 April 2012 lalu, berikut adalah 10 gempa terkuat yang pernah terekam sejak 1900 sampai sekarang.

22 Mei 1960 – Chile, gempa berskala 9,5 Skala Richter mengguncang Santiago dan Concepcion, menyebabkan gelombang laut dan ledakan gunung api. Sekitar 5000 orang terbunuh dan 2 juta orang kehilangan rumah.

28 Maret 1964 – Alaska, gempa dan tsunami yang terjadi sesudahnya membunuh 125 orang dan menyebabkan kerugian $310 juta. Gempa skala 9,2 SR ini menyerang Alaska dan bagian barat Yukon Territory serta British Columbia di Kanada.

26 December 2004 – Indonesia, gempa 9,1 SR menyerang pesisir Provinsi Aceh di Indonesia, menyebabkan tsunami yang membunuh 226 ribu orang di Indonesia, Sri Lanka, Thailand, India, dan sembilan negara lainnya.

4 November 1952 – Rusia, gempa 9 SR menyebabkan tsunami yang mencapai Kepulauan Hawaii. Tidak ada korban jiwa dalam gempa ini.

11 Maret 2011 – Jepang, gempa 9 SR menyerang Jepang, menyebabkan banyak korban. US Geological Survey memverifikasi gempa terletak di kedalaman 24,3 km dan pusatnya di 130,3 km timur Sendai, di pulau Honshu.

Gempa ini adalah yang terkuat yang pernah tercatat di Jepang. Tsunami yang terjadi setelah itu memicu krisis nuklir paling parah dalam 25 tahun terakhir. Lebih dari 15 ribu orang tewas akibat kombinasi gempa dan tsunami.

Filipina, Taiwan, dan Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami. Peringatan tsunami dari Pacific Tsunami Warning Center mencapai Kolombia dan Peru.

27 Februari 2010 – Chile, gempa 8,8 SR dan tsunami menyebabkan tewasnya 500 orang dan kerusakan $30 miliar, merusak ratusan ribu rumah dan menghancurkan jalan-jalan tol serta jembatan.

31 Januari 1906 – Ekuador, gempa 8,8 SR menyerang pesisir Ekuador dan Kolombia, menyebabkan tsunami yang menewaskan 1000 orang. Getarannya terasa di sepanjang pesisir Amerika Tengah dan bahkan sampai San Francisco dan barat Jepang.

11 April 2012 – Gempa 8,7 SR menyerang Aceh, 495,6 km dari barat daya Banda Aceh. Getarannya terasa sejauh Singapura, Thailand, dan India.

4 Februari 1965 – Alaska, gempa 8,7 SR menghasilkan tsunami yang mencapai 10,7 meter tingginya di Pulau Shemya.

28 Maret 2005 – Gempa 8,6 SR di Nias, Sumatra membunuh 1300 orang.

Leave a comment

Penampang Resistiviti acara Mapping

Leave a comment

Beasiswa Astra For Bachelor 5 juta / Semester

Klik link dibawah ini untuk mendownload formulirnya😉

Formulir_Astra_1st_2012

Leave a comment

Pengolahan data Resistiviti

2.3 Pengolahan Data
Setelah melakukan pengukuran di lapangan dengan menggunakan alat Resisvity Meter maka akan diperoleh sejumlah data yang telah diinput kedalam Ms. Excel seperti dibawah ini

Pengolahan data di Ms. Excel dilakukan untuk mencari nilai K (kedalaman), R (hambatan), dan ᵖ semu.. Untuk nilai V (tegangan) dan I (kuat arus) diperoleh dari data pengukuran saat dilapangan.
Untuk mencari nilai K digunakan rumus = 3.14 x ((MN/2)2 -M(AB/2)2/(MN/2)2 ; Untuk mencari nilai R digunakan rumus = V/I; Untuk mencari nilai psemu digunakan rumus = K/R Continue Reading »

Leave a comment

Penampang 2 D Resistivity

%d bloggers like this: