Leave a comment

Pengolahan data Resistiviti

2.3 Pengolahan Data
Setelah melakukan pengukuran di lapangan dengan menggunakan alat Resisvity Meter maka akan diperoleh sejumlah data yang telah diinput kedalam Ms. Excel seperti dibawah ini

Pengolahan data di Ms. Excel dilakukan untuk mencari nilai K (kedalaman), R (hambatan), dan ᵖ semu.. Untuk nilai V (tegangan) dan I (kuat arus) diperoleh dari data pengukuran saat dilapangan.
Untuk mencari nilai K digunakan rumus = 3.14 x ((MN/2)2 -M(AB/2)2/(MN/2)2 ; Untuk mencari nilai R digunakan rumus = V/I; Untuk mencari nilai psemu digunakan rumus = K/R
Adapun alat resisvitymeter dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 1 Alat Resistivymeter
Setelah diperoleh data seperti tabel diatas, maka dilanjutkan lagi pada olah data untuk sheet 2 dengan cara mengambil jarak elektroda awal-tengah-akhir, jarak AB/2 dan ᵖ semu sebanyak pengambilan data pengukuran seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Masih berada pada pengolahan data Ms. Excel, berlanjut lagi pada pembuatan STC (Stacking Chart) dengan mengambil nilai DP (Datum Poin), Kedalaman dan Jumlah lapisan sebanyak data pengambilan pengukuran se perti pada gambar dibawah ini.

Langkah selanjutnya adalah menjalankan program Surfer 10

Kemudian pada tampilan Menu, pilih Grid – Data seperti gambar dibawah

Klik OK maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Pilih Tabel Pengukuran dengan format xls. Kemudian pilih klik Open, akan muncul tampilan seperti dibawah kemudian pilih olah data dan klik OK

Dan akan menghasilkan tampilan seperti dibawah ini

Klik OK

Akan muncul Layout dari Grid Data Report hasil pengukuran

Setelah itu Save dan tutup Grid data Report diatas kemudian Klik Map – New – Contour Map

Maka akan muncul tampilan dengan format seperti dibawah

Pilih dan klik Grid Data Pengukuran klik Open, maka akan muncul tampilan contour seperti layout dibawah ini :

Setelah muncul kontur yang telah dipanggil kemudian akan dilanjutkan dengan langkah-langkah untuk memunculkan titik pengukuran (Datum Poin) pada program Surfer.
Klik Map – New – Post Map

Kemudian Pilih data format pengukuran klik Open maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini :

Pilih data Stacking Chart – Klik OK

Tampilan akan seperti dibawah :

Setelah pemanggilan titik pengukuran telah muncul, langkah selanjutnya adalah menghitung titik tengah (datum poin) tiap lapisan.

Adapun langkah-langkah perhitungan datum poin adalah dengan mengarahkan pointer ketitik tengah pengukuran seperti gambar dibawah ini agar nilai dari rho semunya dapat terbaca

Nilai X merupakan jarak pengukuran; Nilai Y merupakan Kedalaman; Nilai Z merupakan nilai rho semu.

Lakukan perhitungan pada tiap lapisan kemudian masukkan nilainya pada format Ms. Excel
Datum Poin Jarak Lapisan Rho Semu
22.5 15 1 39.68469
37.5 15 1 39.68469
52.5 15 1 39.68469
67.5 15 1 39.68469
82.5 15 1 39.68469
97.5 15 1 39.68469
112.5 15 1 39.68469
127.5 15 1 39.68469
142.5 15 1 39.68469
157.5 15 1 39.68469
172.5 15 1 39.68469
187.5 15 1 39.68469
202.5 15 1 39.68469
217.5 15 1 39.68469
232.5 15 1 39.68469
247.5 15 1 39.68469
262.5 15 1 39.68469
277.5 15 1 39.68469
292.5 15 1 39.68469
37.5 15 2 41.58378
52.5 15 2 41.58378
67.5 15 2 41.58378
82.5 15 2 41.58378
97.5 15 2 41.58378
112.5 15 2 41.58378
127.5 15 2 41.58378
142.5 15 2 41.58378
157.5 15 2 41.58378
172.5 15 2 41.58378
187.5 15 2 41.58378
202.5 15 2 41.58378
217.5 15 2 41.58378
232.5 15 2 41.58378
247.5 15 2 41.58378
262.5 15 2 41.58378
277.5 15 2 41.58378
52.5 15 3 36.87502
67.5 15 3 36.87502
82.5 15 3 36.87502
97.5 15 3 36.87502
112.5 15 3 36.87502
127.5 15 3 36.87502
142.5 15 3 36.87502
157.5 15 3 36.87502
172.5 15 3 36.87502
187.5 15 3 36.87502
202.5 15 3 36.87502
217.5 15 3 36.87502
232.5 15 3 36.87502
247.5 15 3 36.87502
262.5 15 3 36.87502
67.5 15 4 43.20331
82.5 15 4 43.20331
97.5 15 4 43.20331
112.5 15 4 43.20331
127.5 15 4 43.20331
142.5 15 4 43.20331
157.5 15 4 43.20331
172.5 15 4 43.20331
187.5 15 4 43.20331
202.5 15 4 43.20331
217.5 15 4 43.20331
232.5 15 4 43.20331
247.5 15 4 43.20331
82.5 15 5 48.90333
97.5 15 5 48.90333
112.5 15 5 48.90333
127.5 15 5 48.90333
142.5 15 5 48.90333
157.5 15 5 48.90333
172.5 15 5 48.90333
187.5 15 5 48.90333
202.5 15 5 48.90333
217.5 15 5 48.90333
232.5 15 5 48.90333
97.5 15 6 42.36936
112.5 15 6 42.36936
127.5 15 6 42.36936
142.5 15 6 42.36936
157.5 15 6 42.36936
172.5 15 6 42.36936
187.5 15 6 42.36936
202.5 15 6 42.36936
217.5 15 6 42.36936
112.5 15 7 27.40781
127.5 15 7 27.40781
142.5 15 7 27.40781
157.5 15 7 27.40781
172.5 15 7 27.40781
187.5 15 7 27.40781
202.5 15 7 27.40781
127.5 15 8 13.71342
142.5 15 8 13.71342
157.5 15 8 13.71342
172.5 15 8 13.71342
187.5 15 8 13.71342
142.5 15 9 13.39258
157.5 15 9 13.39258
172.5 15 9 13.39258

emudian copy data diatas ke Notepad agar terbaca ke program Res2 Dinv

Langkah selanjutnya adalah buka dan jalankan program Res2Dinv

Kemudian Klik File – pilih Read Data File

Pilih file notepad dimana berisi data dari Ms. Excel pada perhitungan STC klik OK

Kemudian langkah selanjutnya pilih Inversion – Least Squares Inversion maka akan muncul tampilan Penampang Resistivity seperti dibawah ini

Untuk memperkecil koreksi kesalahan pembacaan data (persentase nilai erornya) maka pilih Inversion – pilih Choose Logarithm of Apparent Resistivity seperti dibawah ini

Kemudian pilih Use Apparent resistivity – Klik OK

Pilih kembali Inversion –Least Squares Inversion, maka koreksi Eror akan berkurang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: